Perkuat Kapasitas, LRB-MDMC dan Guru AUM Kaltim Ikuti Pelatihan Manajemen Bencana Se-Kalimantan

MDMCKALTIM, Banjarmasin – Sebanyak 13 peserta dari Kalimantan Timur yang terdiri atas pengurus Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) serta relawan yang merupakan guru Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), mengikuti Pelatihan Manajemen Bencana.
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas, meningkatkan pengelolaan organisasi MDMC, serta mengembangkan strategi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis satuan pendidikan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan LRB-MDMC dan AUM se-Kalimantan, dan berlangsung pada 24–27 September 2025 di Swiss-Belhotel Borneo, Banjarmasin, dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ketua LRB-MDMC Kalimantan Timur, Ns. Maridi M. Dirdjo, M.Kep., menyampaikan bahwa guru Muhammadiyah memiliki peran penting dalam gerakan kebencanaan. “Relawan dari kalangan guru bukan hanya mendidik di kelas, tetapi juga menggerakkan budaya sadar bencana di sekolah. Melalui pelatihan ini, kami berharap sekolah Muhammadiyah di Kalimantan Timur dapat menjadi pelopor sekolah tangguh bencana yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sekretaris LRB-MDMC Kalimantan Timur, Rahiman Agus Salim, S.I.P., M.M., menambahkan bahwa Kegiatan yang digagas LRB-MDMC Pusat ini sangat bermanfaat dan membantu wilayah-wilayah, khususnya regional Kalimantan, dalam membuat dan menjalankan program strategis. Hal ini juga merupakan usaha kita dalam ikut serta membantu, menyukseskan, serta mewujudkan program pemerintahan, salah satunya program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Sementara itu, Budi Santoso, S.Psi., M.K.M., narasumber dari MDMC Pimpinan Pusat, menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini. “Bimtek ini bertujuan melakukan pendampingan dan memperkuat kapasitas LRB-MDMC menuju Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada Juni 2026 di Yogyakarta. Output yang diharapkan ada tiga, yakni program kerja strategis 2025–2026, program SPAB, serta dokumen SPAB rintisan,” jelasnya.
Selama empat hari, para peserta akan mengikuti rangkaian materi dan praktik, mulai dari penguatan kelembagaan MDMC, kajian SWOT organisasi, penyusunan program kerja strategis, hingga pendalaman konsep Sekolah Aman Bencana (SPAB).
*(RAS)

